Sosiokultural

  1. Agama

Desa Polowangi yang berada dataran tinggi dengan Luas Wilayah 135,133 ha, dan dengan jumlah penduduk ± 364 jiwa tersebut ada yang menganut Agama Islam dan agama lain, namun dapat hidup bertoleransi antar umat beragama. Kondisi kerukunan umat beragama cukup baik, sehingga mendukung proses pembangunan Desa Secara lancar, tertib dan aman.

Kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan keagamaan, antara lain:

  • Ditempat Ibadah Masjid atau Musholla para Ulama’ / Kiyai dan Ustadz mengajar tentang Agama /ngaji.
  • Pengajian
  • Mengadakan Peringatan Hari Besar Islam, sepertinya :
    1. Maulid Nabi Muhammad SAW.
    2. Peringatan Isra’ mi’raj Nami Muhammad SAW.
    3. Peringatan tahun Baru Hijriyah
    4. Nyadran Desa / Ruwahan
    5. Sholat Idul Fitri dan Idul Adha secara bersama ( Jama’ah )
    6. Pelaksanaan Zakat Fitrah oleh Amil Zakat.

Partsipasi Para Pemuka Agama (Ulama’/Kyai/Ustadz) dalam pembangunan Cukup Besar yang diwujudkan dalam bentuk:

  • Bersama-sama aparat desa menggerakkan masyarakat desa dalam bentuk Fisik dan Non Fisik.
  • Berperan Serta dalam Progaram Pemerintah Desa, seperti menggerakkan wajar Dikdas 9 tahun, PBB dan Penghijauan.
  • Pada Hari-hari besar Islam Bersama-sama masyarakat memperingati dengan penuh semangat dan Khidmat.

 

  1. Politik

Warga Desa Polowangi dalam berpolitik masih di pengaruhi oleh Kharisma Seorang Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama sedangkan tokoh yang lain lebih kecil.

Walaupun kondisi partai dan pasangan calon yang dipilih dalam 1 proses pemilihan yang ada berlainan namun dalam keadaan kondusif dan tetap aman dan masyarakat tetap bersatu dalam bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan yang lain.

 

  1. Sosial Ekonomi

Kondisi Perekonmian masyarakat Desa Polowangi stabil, dengan mata pencaharian sebagai petani, buruh dan sebagian kecil ada yang berwiraswata, PNS, Pedagang baik didalam desa maupun diluar desa / Kecamatan, sehingga dalam masa-masa sulit atau paceklik masih tersedia cadanagan pangan.

 

  1. Sosial Budaya

Kehidupan sosial budaya masyarakat terjalin dengan baik, terbukti kegiatan gotong royong diantara sesama warga masyarakat semakin kental dan meningkat. Adapun bentuk –bentuk gotong royong dapat terlihat dalam kegiatan-kegiatan, antara lain:

  1. Kegiatan tradisi desa berupa Suran Wedhus, Panggangan, senantiasa Mendapat Dukungan masyarakat.
  2. Peringatan hari-hari besar Islam dilakukan bersama-sama masyarakat dan Pemerinatah.
  3. Gotong royong Pembuatan Rumah, Tempat Ibadah, dan tempat sosial yang lain selalu dikerjakan bersama.

 

  1. Keamanan dan Ketertiban

Desa Polowangi Kecamatan Pituruh dalam Bidang Ketertiban dan keamanan cukup terkendali. Bila ada masalah di selesaikan di desa, bila belum bisa terselesaikan maka di serahkan diatasnya yakni Tingkat Kecamatan, dan seterusnya sampai masalah-masalah bisa dikendalikan dan selesai secara tuntas.